SYARAT DAN KETENTUAN INVESTASI

Hak

  • Investor berhak atas laporan kemajuan aktifitas proyek melalui sistem pelaporan yang disiapkan di dalam akun setiap investor di ternaknesia (website dan Aplikasi Android)
  • Investor mendapatkan bagi hasil (nisbah) ketika aktifitas proyek sudah berjalan dan panen.
  • Persentase bagi hasil antara investor dan ternaknesia adalah sebesar 50:50. Bagi hasil dihitung berdasarkan keuntungan yang diperoleh (nett pofit), setelah dikurangi beban atau biaya yang timbul.
  • Nett Profit, yaitu keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan ternak dalam satu kandang proyek investasi selama masa panen, dikurangi dengan dana modal, kemudian dibagi dengan banyak saham dalam satu proyek investasi.
  • Investor dari waktu ke waktu berhak untuk melakukan kunjungan peternakan dari proyek yang didanai, dengan melakukan konfirmasi ke contact person ternaknesia untuk dapat dipandu ke lokasi peternakan.
  • Pada akhir periode investasi, investor memiliki hak untuk memutuskan apakah menarik dana investasi atau mengikuti program investasi lainnya.


Kewajiban

  • Investor wajib menyelesaikan periode investasi, tidak bisa menarik dananya di tengah periode investasi dengan alasan apa pun.
  • Investor di awal berlakunya Sertifikat Kepemilikan Saham (SKS) wajib membayar untuk biaya bibit, pakan, obat, biaya pemeliharaan, biaya pengembangan teknologi dan administrasi dimana semua biaya ini sudah termasuk di dalam harga per satu saham investasi.
  • Investor wajib menjaga keberadaan SKS agar tidak disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.
  • Pada saat berakhirnya periode investasi, investor wajib mengikuti salah satu opsi yang diberikan oleh pengelola dana yaitu menarik dana investasi atau mengikuti program investasi lainnya.
  • Apabila memilih untuk mengikuti program investasi lainnya, maka investor wajib membayar perpanjangan periode investasi penanaman dengan nilai investasi mengikuti nilai yang berlaku pada proyek yang dipilih saat itu.


Resiko

  • Seperti investasi di sektor riil lainnya, bisa mengalami keuntungan bila aktivitas proyek memberikan hasil seperti yang diperkirakan.
  • Namun bisa juga mengalami kerugian karena satu dan lain hal, seperti rendahnya harga jual dan operasional membengkak.
  • Untuk meminimalkan resiko ini ternaknesia menjalin kerjasama dengan beberapa mitra peternak yang memiliki pasar tetap, serta mempunyai kedisiplinan dalam mengelola bisnisnya, serta terdapat mekanisme mitigasi resiko yang mungkin timbul.
  • Untuk kasus force major, maka dampak dari kerugian tersebut menjadi tanggung jawab investor melalui tidak dapatnya dana modal ditarik kembali sebagian atau seluruhnya, sesuai dengan laporan keuangan yang disampaikan oleh ternaknesia.
  • Jika kerugian disebabkan adanya kesalahan yang dilakukan oleh peternak dalam merawat hewan ternak atau sebagainya, maka investor dibebaskan dari tanggungjawab atas resiko tersebut.
  • Jika peternak telah disiplin dalam melaksanakan segala hal yang menjadi tanggungjawabnya (ditunjukan melalui Laporan), namun tetap terjadi kerugian di akhir periode, maka kerugian menjadi tanggungjawab ternaknesia dan investor, dibagi sesuai nisbah bagi hasil, yaitu 50:50.
  • Dari sisi investor dianjurkan untuk mendiversifikasi investasi ke beberapa produk yang kami tawarkan, dengan harapan mengurangi resiko yang ada pada investor.