Home

Simak! Ini Cara Bisnis Peternak Kambing yang Bikin Jokowi Merasa Boros

OkeZone  14 Mar 2018 10:20
dilihat 549 kali


JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan dialog dengan peternak sapi hingga domba dalam acara Jambore Peternakan Nasional 2017. Dalam dialog ini Jokowi berkesempatan belajar memelihara kambing dari salah seorang peternak asal Purworejo, Sugiharto.

Pasalnya Sugiharto memiliki kambing sebanyak 206 ekor dan hanya dirawat oleh 3 orang pekerja saja dan itu sudah cukup merawat semua kambing. Sehingga menimbulkan pertanyaan dari Jokowi apakah cukup 206 kambing hanya dirawat oleh 3 orang.

"Cukup pak karena kita belajar teknologi pangan. Biaya membersihkan kandang, beri makan, membuat makan. Tiga cukup," ungkap Sugiharto di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (24/9/2017).

Karena hal ini, Jokowi merasa rugi sebab dari 11 kambing yang dimilikinya dirawat oleh 3 orang juga. Sehingga, dia merasa ini adalah suatu keborosan.

"Berarti di tempat saya kebanyakan itu. Kambingnya 11 aja ada 3 operatornya. Gini itung-itungannya rugi. Saya belajar seperti ini, memang harus belajar seperti ini. Berarti kalau dombanya 11 enggak usah pakai anak kandang berarti, sendiri berarti ya, berarti saya sendiri," kata Jokowi.

Lanjut, Jokowi juga bertanya dengan 3 operator kandang, bagaimana hitungannya secara bisnis. Sehingga mampu merawat 206 ternak.

"Saya nyoba begini, kan kita punya 100 ekor kemudian itu hidup semua, itu sebenarnya dalam 2 tahun kambing itu bisa beranak 3 kali, cuma kan beranak sekali semua. Kalau kambing sekali beranak dua-dua. Kalau 2 tahun berarti kita punya anak kambing. Satu tahun itu anaknya 200 Pak. Jadi anaknya itu kalau kita jual rata rata Rp1 juta berarti kita punya Rp200 juta setahun, dipotong biaya operasional, gaji operator, biaya pakan, sisa paling Rp120 jutaan Pak," jawab Sugiharto.

Menanggapi keuntungan peternak tersebut, Jokowi mempertanyakan keuntungan dirinya yang hanya sedikit. "Bentar, punya saya kok untungnya sedikit ya? Kebanyakan operator kandang, jangan-jangan kebanyakan makan juga. Jadi dari 100 bisa beranak 200, kalau dijual dikurangi dengan biaya biaya masih sisa Rp120 juta. Oke nanti saya beli yang banyak sekalian 200," protes Jokowi yang disambut gelak tawa hadirin yang hadir.

Sugiharto kembali menjelaskan dengan banyak kambing malah akan lebih bagus. Karena semakin banyak, maka akan semakin menekan biaya operasionalnya. Selain itu, kambing juga semuanya dikandang dan tidak dilepas.

"Semua kambing kita di kandang. Mengawasi ternak, perkembangan dan pengawasan dari penyakit. Jadi satu operator yang setiap hari itu menyiapkan pakan, mengolah jadi ada sebagian limbah pertanian seperti pohon jagung itu kita olah. Kita jadikan sebagian lagi bisa dijual yang sifatnya tak banyak, hanya sekitar 10%. Pemilik bibit harus sudah lolos uji lab veteriner kemudian saya juga didampingi oleh dokter hewan dari kabupaten Purworejo jadi kita didampingi psikologinya, kalau sakit biasanya disuntik," tukasnya.