Blog Ternaknesia

Gambar Meningkat, Ternaknesia Catat Penjualan 1891 Ekor Hewan Kurban
Berita Ternaknesia
Meningkat, Ternaknesia Catat Penjualan 1891 Ekor Hewan Kurban

Hari Raya Idul Adha selalu ditandai dengan momen kurban. Meski kondisi pandemi saat ini, tapi semangat beribadah dan berbagi tak lantas hilang. Tercatat, pada 2020, Ternaknesia membukukan jumlah penjualan hewan kurban yang meningkat dari sebelumnya.

Pada 2019, Ternaknesia mencatat penjualan 1580 ekor hewan kurban. Terdiri dari 1412 ekor domba/kambing dan 188 ekor sapi. Tahun ini, meski dalam kondisi pandemi, Ternaknesia menjual 1891 ekor hewan. Jumlah tersebut terdiri atas 1744 ekor domba/kambing dan 147 ekor sapi.

Dalu Nuzlul Kirom, CEO Ternaknesia, menyebut bahwa peningkatan ini juga dipengaruhi dengan peluncuran marketplace Smartqurban. Dalu mengatakan, dalam kondisi pandemi dan tutupnya pasar hewan, lewat marketplace tersebut para peternak bisa bertemu dengan pembeli. Yakni melalui platform digital.

“Platform ini jadi semacam interface antara pembeli dan peternak. Mereka bisa upload hewannya, dan hewan kurban tadi bisa dikirim ke alamat pembeli atau disalurkan,” ujarnya.

Meski baru optimal pada kurban kali ini, tapi platform smartqurban telah diisi oleh 150 peternak dari 150 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Dengan pengalaman baru belanja kurban lewat online tersebut, rupanya antusiasme masyarakat juga tinggi. Terbukti dengan adanya peningkatan jumlah penjualan pada tahun ini.

Selain menjual hewan kurban, Ternaknesia juga menerima penyaluran hewan kurban. Artinya, masyarakat bisa membeli hewan kurban di Ternaknesia dan menyerahkan pada Ternaknesia untuk menyalurkan hewan tersebut pada penerima manfaat. Secara keseluruhan, baik itu penyaluran maupun pengiriman hewan kurban, telah menyentuh 31 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Selain itu, Ternaknesia juga membuka donasi dan berhasil mengumpulkan Rp 45.262.787.

“Momen kurban ini meski setahun sekali, putaran uang di dalamnya cukup besar. Praktis, banyak pihak yang bergantung pada momen ini, utamanya peternak. Selain itu, nilai putaran uang dalam momen kurban ini juga cukup berpengaruh pada perekonomian,” jelas Dalu.

Dalu memberi contoh, harga satu ekor sapi perkiraan adalah 20 juta rupiah. Padahal, pada 2020 saja, secara total diprediksi ada lebih dari 500.000 sapi yang terpotong untuk kurban. Artinya, ada 10 triliun putaran uang dalam bisnis kurban sapi. Belum lagi dengan domba kambing yang jumlah totalnya menyentuh angka 1,3 juta ekor.

“Karena itu ada potensi besar dalam bisnis kurban ini yang bisa mendongkrak perekonomian. Dengan sistem digital, harapannya bisnis kurban bisa jauh lebih mudah ke depannya,” imbuh Dalu.

Dalu juga optimistis bahwa Ternaknesia akan terus mendukung sektor peternakan dengan kontinu menciptakan inovasi. Tidak lain untuk memudahkan peternak dalam mengelola usaha dan meringkas alur bisnis peternakan. Dia juga berharap agar interface platform dan peran Ternaknesia, industri peternakan dan kurban bisa semakin berdaya dan membantu perekonomian. (*)