Panduan Hitung Biaya Ternak Sapi Untuk Pemula Tahun 2022
Ikuti panduan memperkirakan biaya ternak sapi sebelum memulai bisnis ternak sapi kamu di tahun 2022.
8 July, 2022 by
Marketing

Sapi adalah hewan ternak yang bisa dibilang sulit dirawat apalagi dikembangkan sebagai usaha agribisnis, oleh karena itu saat memulai bisnis ini biaya ternak sapi haruslah diperhatikan. 

Sapi memerlukan perawatan intensif dan perhatian khusus. Jika tidak, maka sapi menjadi kurang sehat dan kualitasnya menurun. Apabila kamu yang tidak memiliki pengetahuan sama sekali tentang cara beternak sapi namun ingin memulai bisnis ternak sapi, kamu harus memiliki niat dan keseriusan di bidang ini dan menghitung biaya memulai ternak sapi

Jika dilihat secara sekilas, bisnis biaya ternak sapi ini memang membutuhkan modal yang tidak kecil. Bayangkan saja, untuk membeli satu ekor sapi saja dibutuhkan uang jutaan rupiah. Meski begitu, saat modal yang dikeluarkan bisa diputar dengan lancar, peluang untungnya juga tentunya besar.

Persaingan ketat di pasar ekonomi menjadikan sapi sebagai bahan baku untuk rebutan, sapi lokal bersaing dengan sapi impor. Peternak sapi lokal yang mengembangkan usahanya sedang berhadapan dengan berbagai ancaman pasar.

Untuk itu, peternak sapi selain pandai beternak harus memiliki pengetahuan yang mumpuni untuk melihat berbagai peluang yang ada saat bisnis ternak sapi sedang dijalankan, termasuk menghitung biaya ternak sapi di tahun 2022.

Modal awal tidak hanya anggaran dana, tetapi juga berbagai macam hal yang memungkinkan kamu mencari jalan awal membuka peluang bisnis ternak sapi untuk pertama kali, seperti jaringan.

Jaringan pertemanan adalah hal yang sangat penting bagi kamu untuk mendapatkan berbagai informasi tentang merawat dan bisnis ternak sapi.


Cari teman-teman yang memiliki pengalaman sebagai peternak sapi, kemudian saling bertukar informasi tentang berbagai hal terkait beternak sapi. Informasi itu akan sangat bermanfaat untuk membuka peluang pertama. Komunitas dan jalinan ini sangatlah penting untuk menghindari kehilangan arah saat memulai bisnis ternak sapi dan menghitung biaya ternak sapi. Oleh karena itu, ikuti juga komunitas dan tips yang bisa ditemukan di banyak komunitas peternak milenial seperti di Ternaknesia.

Biaya Ternak Sapi Awal dan Modal:

Ketika kamu memiliki rencana dan keseriusan untuk memulai bisnis ternak sapi, maka harus menyiapkan perencanaan biaya ternak sapi untuk modal beternak sapi.

Jangan takut mengeluarkan dana yang cukup besar karena selanjutnya keuntungan berkali lipat bisa kamu dapatkan dari anggaran awal. Anggaran tersebut setidaknya harus mencukupi kebutuhan beberapa ternak sapi pertama yang mulai kamu kembangkan.

Dilansir oleh Money+ biaya ternak sapi awalnya adalah sebagai berikut:

  1. Beli sapi: Rp 10.000.000,- x 5 = Rp 50.000.000,-.

  2. Sewa Tanah: Rp 4.000.000,- per tahun.

  3. Membuat kandang: Rp 7.000.000,-.

  4. Peralatan (tempat makan minum, pembersih, selang, timba, dan lainnya): Rp 1.200.000.

  5. Jumlah Rp 62.200.000.


Dan biaya untuk penggemukan sapi atau perawatannya:


  1. Makanan tambahan senilai Rp 15.000,- per hari, sebulan Rp 450.000.

  2. Konsentrat Rp 100.000,- per hari, sebulan Rp 3.000.000.

  3. Vaksin Rp 15.000,- per hari, sebulan Rp 450.000.

  4. Vitamin sekitar Rp 20.000,- per hari. Sebulan Rp 600.000.

  5. Obat sekitar Rp 20.000,- per hari. Sebulan Rp 600.000.

  6. BBM, air, listrik, dan lainnya Rp 1.000.000.

  7. Kawin dianggarkan Rp 150.000.

  8. Biaya lain-lain Rp 300.000.

  9. Jumlah: Rp 6.550.000.



Dengan total biaya ternak sapi adalah Rp 62.200.000 + Rp 6.550.000,- = Rp 68.750.000.



Biaya Penyusutan:


Selain itu, kamu juga bisa memperhatikan biaya penyusutan saat hitung biaya ternak sapi. Biaya penyusutan adalah penghitungan biaya tetap yang dibagi dengan umur layak pakai. Jadi, biaya kandang, sewa lahan, peralatan kandang, biaya perawatan aset, dan peralatan kandang masuk kedalam biaya penyusutan.


Ini dikarenakan kamu tidak lagi perlu membeli peralatan tersebut tiap periodenya. Sehingga kamu hanya perlu menghitung biaya penyusutannya saja.


Seperti contoh, biaya pembuatan kandang sapi standar untuk 5 ekor ternak bisa menghabiskan biaya sebesar Rp.3.000.000. 


Tentu saja, kandang sapi tersebut bisa bertahan selama 10 tahun kedepan, sehingga biaya penyusutan yang harus dikeluarkan setiap periodenya adalah Rp.100.000.


Melalui perhitungan biaya penyusutan semua unit tersebut, sehingga total biaya penyusutan yang perlu kamu keluarkan setiap periode (4 bulan) adalah sebanyak Rp.375.000.


Biaya Variabel


Salah satu biaya ternak sapi yang harus diperhatikan adalah biaya variabel. Biaya variabel atau biaya tidak tetap harus dihitung selama proses budidaya. Selama 4 bulan, diperkirakan biaya ternak sapi menghabiskan biaya variabel sebanyak Rp. 59.826. 000.


Biaya variabel ini terdiri dari pembelian Konsentrat, Pakan hijauan, Obat-obatan, Sapi bakalan, Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak, pembayaran Tenaga kerja dan Listrik, telepon, dll. Dari semua jenis barang yang dibeli dalam biaya variabel tersebut, pembelian bakalan sapi adalah yang paling besar.


Selain biaya pembelian pakan, bakalan dan tenaga kerja, tentu kamu juga harus menghitung banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk pembelian suplemen dan obat-obatan. Obat-obatan yang dibeli merupakan obat-obatan standar untuk penanggulangan darurat. Terakhir, kamu juga harus membayar biaya tagihan listrik, telepon, air dan lainnya juga harus diperhatikan.


Jika kamu tertarik bisnis ternak sapi, baca tips khusus peternak lainnya di Sobaternak, aplikasi manajemen peternakan milenial dan gabung komunitasnya untuk berdiskusi dan menukar ide. Memudahkan kamu sebagai peternak dalam mengelola peternakan. Download aplikasinya nya di sini sekarang.

Start writing here...
Marketing 8 July, 2022
Share this post
Tags
Archive