Home

Ada yang baru di bulan Mei !!!

Admin  09 May 2018 16:35
dilihat 1038 kali


Udang vannamei

Berternak atau membudidayakan, tidak hanya sebatas di darat saja. Ada pula budi daya perairan atau akuakultur merupakan bentuk pemeliharaan dan penangkaran berbagai macam hewan atau tumbuhan perairan yang menggunakan air sebagai komponen pokoknya. Saat ini banyak dikembangkan budidaya perairan di Indonesia, utamanya untuk budidaya udang. Salah satu jenis udang yang banyak dibudidayakan saat ini adalah udang vannamei. Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu jenis udang yang memiliki pertumbuhan cepat dan nafsu makan tinggi. Udang jenis ini kerap dibudidayakan karena memiliki keuntungan yang cukup menjanjikan. Udang vaname banyak dibudidayakan di Indonesia sejak akhir 90-an.

Udang vaname memiliki beberapa keunggulan dibandingkan jenis udang lainnya, diantaranya:

  • 1. Responsif terhadap pakan dengan kadar protein 25 - 30% (lebih rendah dari udang windu)
  • 2. Kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan suhu rendah,
  • 3. Adaptasi terhadap perubahan salinitas (khususnya pada salinitas tinggi)
  • 4. Laju pertumbuhan yang relatif cepat pada bulan I dan II
  • 5. Angka kehidupan (survival rate/SR) hidup tinggi.
  • 6. Dapat ditebar dengan kepadatan tinggi karena hidupnya mengisi kolom air bukan di dasar saja.
  • 7. Serapan pasar luas, mulai dari ukuran 10 hingga 25 gram per ekor.

 

Tingginya potensi udang vannamei inilah yang menjadikannya primadona dalam tren akuakultur saat ini. Produksi udang vannamei dari tahun 2010 hingga 2015 selalu mengalami kenaikan dengan rata-rata 13,7% per tahunnya. Tak heran maka banyak sekali orang yang memilih membuka tambak udang Vannamei di wilayah perairan Indonesia. Saat ini, Udang vanamei banyak dibudidayakan di Sumatera Utara, Lampung, Bengkulu, Banten, Pantai Utara Jawa Barat, Pantai utara dan selatan Jawa Timur, Pantai Utara dan selatan Jawa Tengah, DIY, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.